Yonif 123/Rajawali - ARTI LAMBANG/TUNGGUL BATALYON
Tweet me!
| Indeks Artikel |
|---|
| Yonif 123/Rajawali |
| LATAR BELAKANG SEJARAH |
| ARTI LAMBANG/TUNGGUL BATALYON |
| Lambang Satuan |
| Personel Gugur Dlm Tugas |
| Giat Operasi |
| Semua Halaman |
Arti Lambang/Tunggul Batalyon
1) Tunggul Yonif 123/Rajawali terdiri dari dua bagian sebagai berikut :
a) Bendera Berlukis
b) Tiang dengan kepala tiang
2) Bendera Berlukis
a) Berbentuk segi empat panjang berukuran 58 X 42 Cm dibuat dari kain sutera beludru berwarna hijau tua sebagai warna dasar, ditengah-tengah terlukis lambang Yonif 123/Rajawali dan bertepikan jumbai-jumbai berwarna kuning emas berukuran 5 cm.
b) Lukisan-lukisan
(1) Pada sisi kiri (dilihat dari sipembawa) terlukis lambang Kodam I/BB.
(2) Pada sisi kanan (dilihat dari sipembawa) terlukis lambang Yonif 123/Rajawali dengan motif burung Rajawali.
c) Lukisan lambang Batalyon Infanteri 123/Rajawali yang dikelilingi rangkaian padi dan kapas serta dua senapan silang dengan penjelasan sebagai berikut :
(1) Tata warna terdiri dari Hijau, Biru, Kuning, Merah, Putih dan Hitam.
(2) Tulisan “ RAJAWALI “ pada pita.
(3) Lukisan terdiri dari :
(a) Rangkaian padi berwarna kuning emas dan bunga kapas berwarna putih serta daun kapas berwarna hijau.
(b) Dua senapan silang berwarna kuning emas.
(c) Lima deret gunung berwarna biru muda.
(d) Ikat pinggang kuno berwarna kuning emas, dengan garis tepi berwarna merah darah dengan tulisan ” RAJAWALI ” berwarna hitam.
(e) Gambar seekor burung Rajawali berwarna hitam, diatas dasar berwarna merah dengan paruh ternganga dan kuku kedua belah kaki siap tempur.
d) Arti dan makna
(1) Seekor burung rajawali dengan paruh ternganga kedua kaki terbuka dalam sikap tempur, siaga untuk menyerang dan menghancurkan musuh. Selalu menempatkan diri dengan tangkas diatas ketinggian yang maksimal mengartikan Yonif 123 selalu mengutamakan keterampilan dan keunggulan.
Mempunyai sifat kepahlawanan dalam cerita Moyang Pura, atas keberanian dan kegagahan perkataan burung GARUDA JATAYU membela DEWI SHINTA lambang kesucian sampai titik darah terakhir.
(2) Dengan paruh ternganga melambangkan kejujuran/berterus terang dan keberanian dalam melaksanakan tugas tanpa ragu-ragu.
(3) Kuku kaki kedua belah terbuka mewujudkan akan menghancurkan musuh tanpa pandang bulu dan tidak kenal kompromi, 5 ( lima ) jari kuku kaki kiri dan kanan bersenjatakan sumpah prajurit.
(4) Tujuh helai bulu ekor mengartikan dalam menentukan arahnya selalu berpedoman kepada Sapta Marga.
(5) 17 ( tujuh belas ) helai bulu leher, 8 ( delapan ) helai bulu sayap kiri dan kanan serta 45 ( empat puluh lima ) helai bulu badan kesemuanya itu melambangkan senantiasa mempunyai jiwa dan semangat Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945.
(6) Rangkaian padi berjumlah 45 butir, rangkaian kapas yang terdiri dari 8 ( delapan ) bunga kapas, 2 ( dua ) pucuk senapan bersilang dengan sangkur terhunus dan 5 ( lima ) deretan gunung kesemuanya mengartikan ” Dengan jiwa semangat Proklamasi 17 Agustus 1945 dan berlandaskan Pancasila dan Sumpah Prajurit serta senantiasa tetap mejunjung tinggi kebanggaan Corps Infanteri TNI AD, siap siaga menjalankan tugas pantang menyerah walau sampai pada sangkur senjata terakhir.
(7) Pita pengikat yang bertuliskan kata ” RAJAWALI ” adalah nama Batalyon Infanteri 123 yang terikat pada hukum disiplin dan peraturan tentara, mempunyai loyalitas dan persatuan yang erat antara sesama didalam Kesatuan Yonif 123 khususnya dan TNI AD pada umumnya.
e) Tata Warna.
(1) Warna hijau berarti kemakmuran/sumber kehidupan yang mencerminkan lapangan tempat Angkatan Darat/Infanteri menjalankan tugasnya.
(2) Warna biru berarti kesetiaan dan damai yang melambangkan kesetiaan serta ketetapan hati terhadap dasar-dasar Sapta Marga dan sila-sila Pancasila serta tegas dan konsekwen dalam menjalankan tugas demi kepentingan Nusa dan Bangsa.
(3) Warna kuning yang berarti keagungan dan kemuliaan.
(4) Warna merah berarti keberanian yang melambangkan jiwa dan keprajuritan yang luhur yaitu kerelaan berkorban, kepatuhan akan perintah-perintah atasan, kejujuran disegala lapangan dan keberanian dalam menghadapi lawan siapapun juga.
(5) Warna putih berarti suci yang melambangkan kesucian, kejujuran dalam melaksanakan tugas-tugas tanpa pamrih.
(6) Warna hitam berarti keteguhan yang melambangkan keteguhan dan pantang mundur dalam melaksanakan tugas.
3) Tiang dengan kepala tiang.
a) Tiang tunggul terdiri dari dua bagian yaitu :
(1) Kepala tiang.
(2) Tiang/tongkat tiang.
b) Kepala tiang. Dibuat dari logam berwarna kuning emas bergambar burung kartika eka paksi, berdiri kokoh sambil mengepakkan sayap yang mempunyai makna bahwasanya setiap waktu prajurit Yonif 123/RW tetap semangat dan pantang menyerah serta setiap saat siap untuk digerakkan membela NKRI.
c) Tiang/Tongkat tiang.
Panjang 200 cm
Garis tengah 3,5 cm.
Tempat pegangan tangan berbentuk bunga melati berkelopak 5 ( lima ) buah.
4) Kesimpulan
a) Arti dan makna keseluruhan lukisan tunggul Batalyon Infanteri 123/RW adalah merupakan burung yang di segani dimana–mana, dengan paruh ternganga kedua belah kuku terbuka siap menyerang dan menghancurkan musuh serta siap untuk menjalankan tugas Negara tanpa ragu – ragu.
b) Dalam menjalan kan tugas senantiasa berpedoman kepada Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, menjunjung tinggi Pancasila sebagai Idiologi Negara dalam Mengamankan tanah air Indonesia dengan jiwa/semangat Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.
Pemutakhiran Terakhir (Jumat, 10 Desember 2010 09:54)